- Back to Home »
- Love at First Meet part I
"Andra" Ujar lelaki dengan tubuh tegap dan pancaran netra yang sedari tadi tak pernah ubah, sambil mengulurkan tangannya perlahan, ia tersenyum. Sungguh, aku merasa telah berada pada dimensi yang berbeda. Dimensi antara dunia nyata dan dunia mimpi.
"Namamu?" Ujar Andra lagi, sukses membuyarkan seisi lamunanku.
"Safitri Aulyna, cukup kau panggil Lyna"
Keadaan masih hening. Ya, keadaan sore penuh kabut di sekitar ruang tunggu bandara. Untung saja ada Andra, jika tidak mungkin sore ini akan jadi sore paling mencekam sepanjang minggu kedua bulan februari ini.
"Mengapa kau diam? kau canggung? atau kau takut? hahah"
Aku hanya menggeleng. sebab memang tidak tahu harus berkata apa.
Satu yang tidak bisa kupungkiri, laki-laki ini membuatku merasa tak lagi sunyi. Oke, pikiran ini memang bodoh, atau jangan-jangan laki-laki ini punya ilmu hipnotis? makanya aku langsung terpikat. Wah wah jangan dong.